NGADU IDE #4


Bandung- Seperti biasa, di setiap hari Jumat pertama di tiap bulannya NGADU IDE (Ngobrol Asyik Dunia Usaha & Ide) digelar. Bertempat di S.28 Professional Office & Cafe, Bandung, Jumat (6/4) lalu, NGADU IDE #7 mengambil tema “Presentation for Dummies”. Hadir sebagai pembicara utama adalah Ridwan Kamil sebagai ketua Bandung Creative City Forum (BCCF) serta pendiri Urbane Indonesia, juga M.Kh. Rachman Ridhatullah dari Sygma Creative Media Corporation. Untuk melengkapi acara malam itu seperti biasa diadakan juga Teras Ide (mini eksibisi) dan Unjuk Ide (presentasi usaha).
Kang Ben Wirawan dari Mahanagari sebagai pembawa acara menjelaskan maksud dari tema NGADU IDE #7 adalah adalah sebagai pelaku di dunia usaha baik yang pemula maupun pemain lama, selalu saja harus melakukan presentasi mengenai usahanya dalam berbagai kesempatan. Nah, bagaimanakah cara presentasi yang baik itu? 

Kang Rachman yang sudah terjun ke dalam dunia periklanan sejak tahun 1989 mengatakan bahwa dalam presentasi yang utama adalah ide. Jika ide itu berhasil maka langkah keduanya adalah mengkomunikasikannya.

“Setiap orang pasti bisa berkomunikasi. Tapi kenapa gagal? Karena tidak pernah diperbaiki. Itulah perbedaan antara praktisi dan orang awam,” tuturnya.

Itu mengapa menurutnya sebenarnya semua orang memiliki potensi untuk berkomunikasi dengan baik. Dan jika hal itu berjalan baik, maka bukan saja kita akan mahir melakukan presentasi ke klien (eksternal) tapi juga ke dalam perusahaan kita sendiri (internal).

“Yang dijual itu bukan produk (atau jasa) tapi idenya dulu, ide (itulah) yang akan membedakan dengan produk (atau jasa) lain,” terangnya.
Lebih lanjut mengenai komunikasi, Kang Rachman menyatakan bahwa sebaik apapun ide kita dikonsep maka akan percuma jika kita tidak bisa mengkomunikasikannya. Caranya adalah melihat dari sudut pandang orang yang akan kita beri presentasi, apakah dia klien atau konsumen. Kita harus melihat apa yang dia inginkan atau apa yang dia butuhkan, dengan begitu presentasi kita akan menarik baginya.

Setelah itu, membuka obrolan dengan Kang Ridwan Kamil atau yang biasa disapa Kang Emil, Kang Ben dari Mahanagari menanyakan apa yang membuat dirinya bisa terus kreatif.

“Setiap orang bertanya pada saya bagaimana caranya agar terus kreatif, bagi saya kuncinya adalahtravellingTravelling itu membuat imajinasi terus berkembang. Dan selagi travelling itu kita harus memiliki photographic memory, sehingga jika kita membutuhkan suatu inspirasi memory (dalam kepala) itu tinggal kita download,” tuturnya.

Kang Emil juga kemudian menegaskan bahwa kemampuan berkomunikasi itu sangat penting untuk dimiliki. Karena itu Indeks Prestasi yang tinggi saja tidak cukup, tapi kita juga harus berorganisasi.

“Biasakan berorganisasi, karena disana kita akan belajar cara berkomunikasi. Bagaimana caranya kita bisa mengajak orang-orang agar dapat mengikuti keinginan kita, hal itu dapat dipelajari disana,” lanjutnya.
Kemudian mengenai teknik berpresentasi, Kang Emil memiliki beberapa tips agar dapat meyakinkan klien kita. Yang pertama adalah harus percaya diri. Kepercayaan diri itu bisa timbul jika kita telah menyiapkan dengan baik bahan presentasi kita.

“Saya suka menyiapkan hingga ratusan slide show, tapi saya tidak tampilkan semua. Yang saya tampilkan hanya sedikit. Tapi jika ada sebuah pertanyaan, saya sudah siap menjawabnya. Karena jawaban dari pertanyaan itu sudah ada di salah satu slide show yang saya siapkan,” urai Kang Emil.
Tips kedua dalam berpresentasi adalah menggunakan bahasa tubuh yang baik, sehingga orang-orang bisa fokus pada diri kita. Kemudian tips yang ketiga adalah hindari banyak teks. Semua yang ditayangkan sebaiknya penuh dengan gambar. Jangan sampai kita hanya sekedar membaca tulisan di slide show, tapi kita harus bisa menceritakannya lewat gambar.

“Biasanya setelah presentasi atau seminar orang suka meminta bahan slide show saya, ya saya kasih saja. Padahal orang belum tentu mengerti apa isinya, karena isinya cuma foto semua,” disambut gelak tawa hadirin. 

Lalu tips Kang Emil yang terakhir adalah sangat penting untuk membuat kesimpulan. Sehingga jelas pada akhirnya apa yang kita maksudkan, dan tidak membuat presentasi kita menggantung.   

Hal penting lainnya menurut Kang Emil dalam meyakinkan klien di dalam dunia usaha adalah kita harus menggunakan bahasa yang tepat, yang sesuai dengan target audiens kita. Sementara itu kita juga harus memposisikan diri dan membangun persepsi bahwa kita adalah partner yang potensial.

Serunya perbincangan malam itu membuat NGADU IDE#7 memecahkan rekor sebagai NGADU IDE terlama, karena baru pukul 23.00 WIB lebih acara berakhir. Hal ini menunjukan antusiasme yang besar dan terus berkembang setiap bulannya dari para pengunjung NGADU IDE. Untuk itu, sampai berjumpa di NGADU IDE #8 yang akan diselenggarakan pada 04 Mei 2012, dengan tema dan narasumber yang lebih seru lagi. (wmn)

Comments are closed.