Moal Bebeja: Pesta Pengusaha Muda Bandung


Bandung- Menyenangkan sekali bagaimana sebuah kantor pemerintahan bisa menjadi sebuah ruang publik yang penuh dengan kreativitas anak muda. Itulah yang terjadi selama akhir pekan, 2-3 Juni 2012, lalu di pelataran Gedung Sate. Nama acara itu adalah “Moal Bebeja” yang diselenggarakan oleh Myoyeah. Sebuah pesta anak muda yang punya usaha.
Lebih dari 250 unit usaha dalam bidang kuliner, fesyen, dan industri kreatif lainnya berpartisipasi dalam “Moal Bebeja”. Ditambah lagi dengan dengan tiga panggung yang diisi oleh puluhan band dan DJ, juga workshop serta talkshow seputar dunia usaha. Karenanya masyarakat Bandung pun tumpah ruah selama penyelenggaran “Moal Bebeja” tersebut.
Myoyeah sendiri merupakan suatu wadah bertemunya anak muda Indonesia dan berbagai komunitas untuk mengapresiasi karya dan wirausaha, baik secara online maupun offline. Selain itu, Myoyeah dengan myoyeah.com-nya diharapkan bisa menjadi pencetak usahawan muda dan sebagai akses bagi pengusaha muda untuk berkembang.
Karena itu juga dalam event “Moal Bebeja” ini diadakan banyak kegiatan seperti #boekaboekaan sebagai tempat berbagi tips usaha dan diskusi usahawan muda, #subterrestial forum kewirausahawan dalam musik, #moduloesaha sebagai panduan sistematis yang mudah untuk memulai usaha, dan lain sebagainya.
Sementara itu ada juga #infooesaha di mana para pengusaha dapat berkonsultasi mengenai banyak hal, seperti Haki (Hak Kekayaan Intelektual), sertifikasi halal, ekspor-impor, permodalan, dan lainnya. Khusus untuk #infooesaha ini disediakan sebuah deretan meja yang siapa saja dapat mendatanginya secara gratis.
Bukan hanya itu acara yang antara lain didukung oleh Pemprov Jabar dan Kadin Jabar ini juga menantang para pejabat untuk menjadi pengusaha. Seperti yang terjadi pada hari Minggu, 3 Juni 2012, ketika Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf ikut berjualan.
Di hari yang sama diadakan juga peluncuran BikeBandung oleh Bandung Creative Community Forum (BCCF). Hal ini menjadikan Bandung sebagai kota pertama di Indonesia yang akan memiliki jasa penyewaan sepeda sebagai salah satu alternatif transportasi kota. Selain BCCF banyak komunitas lain yang turut serta dalam “Moal Bebeja”, seperti The Panas Dalam Serikat dan Ngadu Ide.
Kemudian sebagai pengisi di panggung utama yang terletak persis di depan pintu masuk Gedung Sate hadir Pure Saturday pada hari Sabtu, dan Tulus pada hari Minggu. Band lainnya seperti Cascade, The Milo, serta yang lainnya ikut tampil juga disana.
“Moal Bebeja” sendiri diambil dari bahasa Sunda yang artinya tidak akan bilang-bilang. Meski pada kenyataannya banyak hal dipaparkan pada acara ini. Dan yang mengasyikan lagi dalam acara seperti ini adalah bukan profit semata yang bisa kita dapatkan, tapi interaksi, apresiasi, jaringan, dan inspirasi, baik di antara sesama pengusaha maupun dengan pengunjung. Hal semacam itulah yang justru lebih utama dibanding sekedar keuntungan dari harga nilai jual.
Lalu dari sana usaha pun berkembang, semangat pun bertambah, dan semakin banyak lagi anak muda yang terjun ke dalam dunia usaha. Kiranya itulah yang utama agar anak-anak muda Indonesia memiliki produktivitas yang tinggi baik di tingkat nasional maupun internasional. Sebuah usaha serius yang lewat event “Moal Bebeja” ini dijalankan dengan cara yang asyik dan menyenangkan.

Comments are closed.